Semakin bertambah usia semakin kita bercermin terhadap orang
tua, kalimat itu membuat aku lebih menilai diri sendiri dengan orang
tua. Dan sekarang yang aku rasakan betapa aku ingin hidup mandiri. Aku dilahirkan
anak nomer dua dari lima bersaudara, Adik-adiku sudah semakin besar, Kakak laki-laki
pertama aku, fredi hanggara putra kini bekerja diluar negri. adikku, Trias sinta dewi sudah bekerja dikota purwokerto.
adikku yang kedua, Mega oktavia sekarang masih duduk dikelas 2 SMP, dan adek ku
yang terakhir, adli panca kusuma masih duduk di playgrup. Ayah dan Ibu ku kini tinggal
diJawa, dan ditemani oleh kedua adik aku yang masih sekolah.
Semakin dewasa semakin kita ingin membahagiakan mereka. Semenjak
lulus SMK aku sudah tidak tinggal bersama mereka, karena sejak itu aku sudah
mulai menerjunkan diri didunia kerja. Sejak itu lah kemandirianku mulai
terlihat, bekerja demi mendapatkan gaji, mengatur keuangan, dan berusaha
menyisahkan cen per cen dari sisa gajihku. Pertama bekerja tidak mudah bagiku,
tapi Alhamdulilah lambat laun aku mulai asik dengan pekerjaan aku ini,,^^.
Bertambah usia, semakin ingin mandiri dari mereka, seiring
waktu berjalan semakin aku bisa menikmati pekerjaan aku, semakin aku bisa
mengurusi segala keperluanku sendiri. Walau terkadang masih banyak
kepentinganku yang belum bisa aku penuhi karena kurangnya teliti melihat
pengeluaran pendapatan setiap hari. Saat pertama aku mulai bekerja dan jauh
dari orang tua aku selalu diingitkan oleh orang tua supaya jangan lupa kasih
kabar, sholat lima waktu, jangan telat makan, jangan lupa istirahat dan yang
lainnya.
Semakin umur ini bertambah semakin pula ingin melihat mereka
tersenyum dengan kesuksesan kita, masih inget sekali ketika akan mulai bekerja
ibu mengantar aku, membelikan seluruh kebutuhanku, dan menengok keadaanku, “hati-hati
ya kerjanya dan ibu sllu mendo’akan kebaikan untukmu”., ya ibu,,(sambil cium
pipi kanan kirinya dan meneteskan air mata,,,^^), yang membuat tanti rindu ibu,
ibu berpesan cepat pulang ya dan selalu kasih kabar,,, I love u ibu.
Semakin bertambah usia semakin tidak ingin membebani orang
tua, selalu inget smua pengorbanan ayah untuk anak-anaknya, tidak pernah lelah mencari nifkah, terkadang beliau harus berangkat kantor pagi dan pulang disore hari, ayah memang mengajari ketegasaan, tp sebenernya hati beliau lembut karena mungkin aku yang kurang perhatian kepada beliau, tanti sayang ayah,,
Bertambahnya usia bertambah pula semangat untuk mandiri,
yang aku sedih ketika terkadang aku disibukan dengan setumpuk aktifitas dan
pekerjaan ku, terkadang aku menangis terlalu sedikit aku meluangkan waktu untuk
mereka, kalau ditanya ibu,” tanti sibuk
kuliah yah sampe lupa kasih kabar”, mendengar itu terkadang aku tidak bisa
menjawab dan tak terasa tetes air mata keluar karena merasa diri ini berdosa
kurang memperhatikan mereka, ya Allah ampunilah hambah Mu ini.
Kita harus menyadari memang kita tidak bisa selamanya
tinggal bersama mereka, dan aku selalu berdo’a untuk mereka, ya Allah Ampunilah dosa-dosaku dan dosa
kedua orang tuaku, panjangkanlah umur mereka, semoga hambaMu ini bisa sukses
semuda mungkin agar bisa membahagiakan mereka,
Alhamdulillah bersyukur karena diberikan orang tua yang
selalu sayang kepada kita, ya Allah ya Rohman ya Rohim, Berikanlah limpahan
berkah kepada mereka ya Allah, berikan berkah kepada keluarga hambh,
keluarga-keluarga muslimin- muslimah diseluruh Indonesia dan keluarga muslim-muslimah diseluruh dunia ya
Allah.
Ya Allah mudahkanlah urusan, dan karuniakanlah rejeki halal
untuk mereka orang tua hambah dan orang tua seluruh kaum muslimin dan muslimat
ya Allah, kabulkanlah permohonan hambah ya Allah. Aamiin ya Robbal alamin.

